Tuesday, 19 March 2013

CONTOH RUBRIK PENILAIAN


MENANGGAPI SIARAN ATAU INFORMASI DARI  MEDIA  ELEKTRONIK (BERITA DAN NONBERITA)
SK       : Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung/ tidak langsung.
KD      : Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronik (berita dan nonberita).
Langkah-langkah penyusunan rubrik penilaian:
1.      Menentukan kriteria 
            * Kesesuaian tanggapan
-          Kesesuaian isi tanggapan dengan topik berita.
*Keruntutan tanggapan
-          Pembuka, isi, dan penutup. 
Keefektifan bahasa
-          Diksi (baku—tidak baku).
-          Struktur kalimat.
*Kelancaran tanggapan
-          Kelancaran dalam menyampaikan tanggapan. 
 Emampuan mengontrol emosi
-          Sabar, tidak emosional.
2.      Mendefinisikan kriteria 
Kesesuaian tanggapan yaitu kesesuaian isi tanggapan terhadap topik berita.
Keruntutan tanggapan yaitu isi tanggapan disampaikan secara runtut dengan memperhatikan bagian pembuka, isi, dan penutup. 
  Keefektifan bahasa dimaknai sebagai ketepatan diksi (baku atau tidak baku) dan struktur bahasa.
Kelancaran tanggapan yaitu tanggapan disampaikan dengan lancar (tidak tersendat-sendat). 
 Kemampuan mengontrol emosi yaitu tidak emosional dalam memberikan tanggapan.
3.      Menentukan bobot kriteria
   Kesesuaian tanggapan                       : 30 
 Keruntutan tanggapan                         : 25
Keefektifan bahasa                             : 25 
 Kelancaran tangapan                          : 10 
 Kemampuan mengontrol emosi           : 10
Jumlah                                          100   
  
4.      Menentukan tingkat kinerja
Tingkat kinerja ada 5untuk setiap kriteria
5.      Membuat deskriptor 
 Kesesuaian tanggapan                                       
-          1      : Semua isi tanggapan tidak sesuai dengan topik berita.
-          2      : Sedikit isi tangggapan sesuai dengan topik berita.
-          3      : Separuh isi tanggapan sesuai dengan topik berita.
-          4      : Sebahagian besar isi tanggapan sesuai dengan topik berita.
-          5      : Semua isi tanggapan sesuai dengan topik berita.
Keruntutan tanggapan
-          1      : Keruntutan tanggapan tidak memperhatikan bagian pembuka, isi, dan penutup.
-         2      : Keruntutan tanggapan hanya mengutarakan bagian pembuka saja.
-         3      : Keruntutan tanggapan hanya mengutarakan bagian isi.
-         4      : Keruntutan tanggapan mengutarakan bagian pembuka, isi, dan penutup tapi tidak sistematik.
-         5      : Keruntutan tanggapan mengutarakan bagian pembuka, isi, dan penutup  secara sistematik. 
 Keefektifan bahasa                                                     
-          1      : Ketepatan diksi (baku atau tidak baku) dan struktur bahasa sangat tidak sesuai.
-          2      : Ketepatan diksi (baku atau tidak baku) dan struktur bahasa tidak sesuai.
-          3      : Ketepatan diksi (baku atau tidak baku) dan struktur bahasa kurang sesuai.
-          4      : Ketepatan diksi (baku atau tidak baku) dan struktur bahasa sesuai.
-          5      : Ketepatan diksi (baku atau tidak baku) dan struktur bahasa sangat sesuai. 
  Kelancaran tanggapan                                     
-          1      : Sangat tidak lancar dalam memberikan tanggapan.
-          2      : Tidak lancar dalam memberikan tanggapan.
-          3      : Kurang lancar dalam memberikan tanggapan.
-          4      : Lancar dalam memberikan tanggapan.
-          5      : Sangat lancar dalam memberikan tanggapan.
Kemampuan mengontrol emosi                                              
-          1      : Sangat emosional dalam memberikan tanggapan.
-          2      : Emosional dalam memberikan tanggapan.
-          3      : Kurang emosional dalam memberikan tanggapan.
-          4      : Tidak emosional dalam memberikan tanggapan.
-          5      : Sangat tidak emosional dalam memberikan tanggapan.

Tabel: Rubrik Penilaian dalam Menanggapi siaran atau informasi dari  media  elektronik (berita dan nonberita)
No.
Kriteria
Bobot
Tingkat Kinerja
1
2
3
4
5
1.
Kesesuaian tanggapan           
30
Semua isi tanggapan tidak sesuai dengan topik berita.
Sedikit isi tangggapan sesuai dengan topik berita.
Separuh isi tanggapan sesuai dengan topik berita.
Sebahagian besar isi tanggapan sesuai dengan topik berita.
Semua isi tanggapan sesuai dengan topik berita.
2.
Keruntutan  tanggapan
25
Keruntutan tanggapan tidak memperhati kan bagian pembuka, isi, dan penutup.
Keruntutan tanggapan hanya mengutara kan bagian pembuka saja.
Keruntutan tanggapan hanya mengutarakan bagian isi.
Keruntutan tanggapan mengutarakan bagian pembuka, isi, dan penutup tapi tidak sistematik.
Keruntutan tanggapan mengutarakan bagian pembuka, isi, dan penutup  secara sistematik.
3.
Keefektifan bahasa                                                                 : 25
25
Ketepatan diksi (baku atau tidak baku) dan struktur bahasa sangat tidak sesuai.
Ketepatan diksi (baku atau tidak baku) dan struktur bahasa tidak sesuai.
Ketepatan diksi (baku atau tidak baku) dan struktur bahasa kurang sesuai.
ketepatan diksi (baku atau tidak baku) dan struktur bahasa sesuai.
Ketepatan diksi (baku atau tidak baku) dan struktur bahasa sangat sesuai.
4.
Kelancaran tanggapan
10
Sangat tidak lancar dalam memberikan tanggapan.
Tidak lancar dalam memberikan tanggapan.
Kurang lancar dalam memberikan tanggapan.
Lancar dalam memberikan tanggapan.
Sangat lancar dalam memberikan tanggapan.
5.
Kemampuan mengontrol emosi
10
Sangat emosional dalam memberikan tanggapan.
Emosional dalam memberikan tanggapan.
Kurang emosional dalam memberikan tanggapan.
Tidak emosional dalam memberikan tanggapan.
Sangat tidak emosional dalam memberikan tanggapan.
Jumlah
100
100
200
300
400
500
Komentar:
1.      ______________________________________________________________________________
2.      ______________________________________________________________________________
3.      ______________________________________________________________________________
4.      ______________________________________________________________________________
5.      ______________________________________________________________________________
6.      Dts.

HANDOUT TEORI PEMBELAJARAN PIP di FKIP Unej


HANDOUT TEORI PEMBELAJARAN
(Khusus untuk Mahasiswa Peserta Matakuliah PIP di FKIP Unej)

H. M. Sulthon Masyhud


A.     ASAL-MUASAL TERI BELAJAR


1.      Secara umum teori-teori belajar dapat dikelompokkan berdasaar 3 aliran psikologi, yaitu meliputi:

a.       Teori Psikologi Behavioristik
b.      Teori Psikologi Kognitif, dan
c.      Teori Psikologi Humanistik.
2.      Ketiga aliran psikologi tersebut bersumber pada pandangan filsafat tentang manusia yang dikemukakan oleh John Locke dan Liibznitz.
3.      Inti Pandangan Filsafat John Locke adalah:
¨      bahwa pada dasarnya manusia itu adalah suatu organisme yang pasif yang dikuasai/bergantung pada rangsangan-rangsangan yang terdapat di dalam lingkungan sekitarnya.
¨      Manusia bisa dimanipulasi, dikendalikan dan dikontrol lewat rangsangan-rangsangan tersebut.
¨      Hukum-hukum yang berlaku pada manusia pada dasarnya sama dengan hukum-hukum yang berlaku bagi gejala-gejala alam.
¨      Oleh karena itu metode metode-metode ilmiah dari Ilmu Penngetahuan alam dapat juga diterapkan pada manusia.
¨      Dari Filsafat tersebut lahirlah Psikologi Behavioristik-mekanistik.

4.      Inti Pandaangan Filsafat Leibnitz adalah:
¨      Bahwa pada dasarnya manusia adalah suatu organisme yang aktif, yang menjadi sumber semua kegiatan.
¨      Manusia bebas menentukan pilihan dalam segala macamm situasi.
¨      Manusia memiliki kesadaran akan dirinya dan eksistensinya.
¨      Gerak-gerik, tingkah laku dan perbuatan manusia adalah manifestasi dari eksistensi internal setiap pribadi, bersifat pribadi (bersifat individual).
¨      Reaksi, tanggapan dan sikap manusia terhadap lingkungannya berbeda-beda satu dengan yang lain.
¨      Dari pandangan filsafat Leeibnitz tersebut, lahir Psikologi Kognitif dan Psikologi Humanistik.

B.    CIRI-CIRI POKOK BEBERAPA ALIRAN PSIKOLOGI YANG MENDASARI TEORI BELAJAR


1.      Aliran Psikologi Behavioristik:

a.       Mementingkan pengaruh lingkungan
b.      Mementingkan bagian-bagian dari pada keseluruhan.
c.      Mementingkan reaksi.
d.      Mengutamakan mekanisme terjadinya hasil belajar.
e.      Mementingkan sebab-sebab terjadinya masa lampau.
f.       Mementingkan pembentukan kebiasaan.
g.      Mengutamakan trial and error”.

2.      Aliran Psikologi Kognitif:

a.       Mementingkan apa yang ada di dalam diri manusia.
b.      Mementingkan keseluruhan dari bagian-bagian peranan kognitif.
c.      Mementingkan peranan kognitif.
d.      Mengutamakan keseimbangan dalam diri manusia.
e.      Mementingkan kondisi waaktu sekarang.
f.       Mementingkan pembentukan struktur kognitif.
g.      Mengutamakan “insigght” (pengertian).

3.      Aliran Psikologi Humanistik :
a.       Mementingkan manusia sebagai pribadi
b.      Mementingkan kebulatan pribadi
c.      Mementingkan peranan kognitif dan afektif.
d.      Mengutamakan terjadinya aktualisasi diri dan “self concept”.
e.      Mementingkan persepsi subyektif yang dimiliki tiap individu.
f.       Mementingkan kemampuan menentukan bentuk tingkah laku sendiri.
g.      Mementingkan “insight” (pengertian).

C.    KONSEP DASAR BEBERAPA TEORI BELAJAR BERDASARKAN INDUK TEORI BELAJAR YANG MEN-DASARI.


1.      Teori-Teori Belajar Yang Bersumber Dari Aliran Psikologi Behavioristik

a.      Teori Koneksionisme.
¨      Dikemukakan oleh Thorndike (1913) setelah melakukan serangkaian percobaan terhadap hewan.
¨      Menurut Thorndike, bahwa proses belajar pada hewan dan manusia pada dasarnya berlangsung menurut prinsip-prinsip atau hukum yang sama.
¨      Proses belajar terjadi karena adanya hubungan (bond, connection) antara kesan indera dengan kecenderungan bertindak.
¨      Proses belajar seperti dimaksudkan pada poin di atas ditafsirkan sebagai “learning by selecting” atau disebut juga sebagai “trial and error learning”.
¨      Dari teri belajar koneksionisme ini lahir 3 hukum belajar sebagai berikut:

a)     The Low of Exercise.
Intinya: Apabila hubungan antara rangsangan dengan rekasi di ulang-ulang dalam keadaan dan kondisi yang sama, maka kekuatan hubungan akan meningkat.

b)     The Low of Effect
Intinya: Setiap orang cenderung mengulang atau mempelajari dengan cepat reaksi-reaksi yang menghasilkan perasaan puas (tenang). Dan sebaliknya, ia tidak memiliki gairah mengulang atau mempelajari reaksi-reaksi yang menghasilkan perasaan yang tidak memuaskan (tidak menyenangkan).

c)     The Low of Readiness
Intinya: Jika orang telah siap untuk bertindak, maka tindakannya akan menimbulkan kepuasan. Sebaliknya, jika telah siap bertindak, tetapi tidak ada penyalurannya, maka ia akan mengalami kekecewaan. Dan jika ia tidak siap bertindak, lalu dipaksa bertindak, maka ia akan mengalami kekecewaan pula.

b.      Teori “Transfer of Learning”.

¨      Hal-hal yang telah dipelajari seseorang dapat digunakan untuk menghadapi atau memecahkan masalah-masalah lain.
¨      Teori ini juga disebut sebagai  “theory of identical elements”.
¨      Transfer of learning tersebut akan terjadi bila antara hal yang telah dipelajari dengan hal-hal baru yang akan dipelajari terdapat unsur-unsur yang sama (identik).
¨      Contoh: anak-anak dapat mengenal kursi antik di musium, karena mereka telah melihat unsur-unsur  yang sama pada kursi antik tersebut pada kursi-kursi lain yang mereka miliki atau yang telah mereka kenal.
¨      Unsur-unsur yang telah dikenal itulah yang menghubungkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru.

c.      Teori Conditional Reflex
¨      Mula-mula diciptakan oleh Pavlov (1927) dengan mengadakan percobaan serangkaian percoban terhadap seekor anjing.
¨      Pada tahun 1970, Waston dengan prinsip yang sama mengadakan serangkaian percobaan terhadap seorang tikus putih untuk menerangkan tingkah laku manusia.
¨      Prinsip yang diperoleh dari percobaan Pavlov (terhadap anjing) dan Waston (terhadap tikus putih) ialah, bahwa :Tingkah laku tertentu dapat dapat dibentuk/ditimbulkan dengan pengaturan dan manipulasi lingkungan.
¨      Proses pembentukan tingkah laku tersebut disebut proses persyaratan (conditioning pross).
¨      Pada percobaan Pavalov, air liur anjing dapat keluar meskipun hanya mendengar bunyi lonceng tanpa diberi makanan. Pada percobaan berikutnya, air liur anjing tidak keluar lagi meskipun lonceng dibunyikan berkali-kali.
¨      Pada percobaaan Waston, anak yang semula tidak takut pada tikus putih dapat dibuat takut pada tikus tersebut, dan pada percobaan berikutnya ketakutan itupun dapat dihilangkan.
¨      Keadaan seperti itu banyak terjadi pada kejadian sehari-hari terhadap anak-anak, misalnya anak yang semula takut pada anjing bisa dibuat tidak takut bila ia sering dekat dengan anjing.

d.      Teori “operant conditioning”

¨      Dipelopori oleh Skinner tahun 1938.
¨      Skinnner melihat, bahwa tingkah laku seseorang adalah sebagai hunbungan antara rangsangan atau stimulus (S) dengan respon (R) .
¨      Berbeda dengan Pavlov dan Waston, Skinner lebih mementingkan timbulnya respon instrumental dari pada respon yang reflektif. Sebab respon refketif jumlahnya sangat terbatas pada manusia dan kemungkinan memodifikasinya pun kecil, karena hubungan antara rangsangan dan respon sudah pasti.
¨      Sebaliknya respon instrumental atau disebut juga sebagai “operant response” atau “instrumental behavior” merupakan sebagian besar bentuk tingkah laku manusia dan kemungkinan untuk memodifikasinya sangat besar.
¨      Respon instrumental timbul dan berkembangnya diikuti oleh rangsangan tertentu yang disebut rangsang penguat (reinforcing stimuli) karena rangsang-rangsang tersebut  memperkuat respon yang telah dilakukan oleh organisme.
¨      Contoh: Seseorang anak yang sedang / telah melakukan sesuatu kegiatan, lalu ia diberi hadiah (tidak selalu harus berupa barang/uang), maka ia akan lebih giat bekerja.




2.      Teori-Teori Belajar Yang Bersumber Dari Aliran Psikologi Kognitif:

¨      Teori belajar penting, yang lahir dari pesikolgi kognitif adaalah TEORI GESTALT dari Kohler (1925), dan Koffka (1935), .
¨      Gestalt adalah keseluruhan dalam satu kesatuan dan kebulatan atau totalitas yang mempunyai arti penuh, dimana setiap bagian mendukung bagian-bagian yang lain serta mendapat arti dalam keseluruhan.
¨      Koffka dan Kohler dari hasil percobaaannya dengan kera berkesimpulan, bahwa belajar bukanlah suatu perbuatan yang mekanistik, melainkan suatu perbuatan yang mengandung pengertian (insight) dan maksud yang penuh.
¨      Belajar yang sebenarnya adalah “insightfull learning”.
¨      Pemecahan masalah bukan melalui “trial and error”, melainkan dengan menggunakan akal dan pengertian (insight, instint).
¨      Inilah yang dinamakan perbuatan yang intelegen.

3.      Teori-Teori Belajar Yang Bersumber Dari Aliran Psikologi Humanistik:

¨      Psikologi humanistik dipelopori oleh Maslow (1954), Rogers (1974),dan Combs (1974).
¨      Psikologi humanistik lebih dekat kepada psikologi kognitif dari pada behavioristik.
¨      Pendukung psikologi humanistik berpendaapat, motivasi dasar manusia adalah mencapai aktualitas diri.
¨      Proses belajar harus terjadi dalam suasana bebas, diprakarsai sendiri dan percaya pada diri sendiri (self initiated and self reliant learning).
¨      Belajar akan berarti apabila berpusat pada kepentingan siswa dan dilakukan lewat pengalaman sendiri (menghadapi/mengatasi masalah secara langsung).
¨      Belajar akan tahan lama bila melibatkan seluruh aspek pribadi.

Friday, 2 December 2011

Setting Blackberry Jadi Modem :)


Cara setting Ponsel blackberry jadi modem.



1. Siapkan PC bersistem windows XP atau Vista.
Kabel Usb.
Blackberry Desktop Manager 4 ke atas.

Hubungkan Blackberry dengan PC atau Notebook.

2. Jalankan Blackberry Desktop Manager.
Cek driver untuk modemnya.
Di windows, klik:
Setting > Control panel > Phone and modem options.

Jika muncul kotak "Location Information", isikan kode area, lalu klik OK.

3. Pada tab "MODEM", terlihat standard modem pada port baru, seperti COM3, COM6, COM11 dan lainnya.

Klik Properties > Diagnostics > Query Modem.
Akan muncul informasi modem, berketerangan "ATI" atau "Research In Motion/Blackberry IP modem"4. Klik tab Advanced dan tambahkan keterangan pada menu "Extra Initialization".


Pada kotak, isikan parameter berikut:
Untuk XL:
at+cgdcont=1,"IP","xlgprs"

Untuk Indosat=
at+cgdcont=1,"IP","indosatgprs"

Untuk telkomsel=
at+cgdcont=1,"IP","telkomsel"

5. Buatlah koneksi di PC.
Klik Start > Control panel > Network Connection.

Pada jendela yang muncul, klik "Create New Connection"
klik Next > Connect To The Internet > Next.

6. Pilih Set up my connection manually > Next > connect using a dial up modem > next > centang opsi standart modem baru > Next.

Pada kotak wizard berikutnya, beri nama koneksinya, misalnya "Modem Blackberry" , lalu klik next.

7. Di layar berikutnya, Anda diminta untuk memasukkan nomor akses atau nomor dial up.
Anda bisa menggunakan nomor jaringan seluler GSM yaitu:
*99***1#
atau
*99#

lalu klil Next, dan kosongkan saja kotak isian "username" dan "password", lalu klik FINISH.

8. Pada kotak "Connect..."
klik Dial.

Untuk memunculkan kotak dial up, Anda bisa menuju Start > Connec to
atau
Start > Control Panel > Network Connections.

Lalu pilih nama modem Blackberry yang dipakai.

Thursday, 1 December 2011

Benarkah Hip-Hop Lahir di Papua?

Jakarta Sebuah celotehan dengan segenap pembuktian dilakukan koreografer Jecko Siompo. Dengan lantang dan berani Jecko mengumumkan bahwa tarian hip-hop itu lahir di Tanah Papua, Indonesia. Benarkah?

Argumentasi tentang Papua sebagai asal budaya hip-hop dituangkan Jecko melalui pentas tari 'We Came From The East' di Goethe Haus, Menteng, Senin (12/4/2011). Tarian-tarian yang dimainkan oleh 10 'anak buah' Jecko bisa dibilang tidaklah umum.

Sebagai koreografer, Jecko berusaha berpikir logis dan santai tentang dasar --awal mula-- gerakan hip-hop masa kini. Sebut saja, seperti gerakan melompat, robot style, break dance dan lain-lain. Alhasil, Jecko pun kembali ke zaman purbakala di Tanah Papua.

Sulit digambarkan, gerakan 10 penari tersebut seakan asal-asalan. Ada gerakan berjalan membungkuk, berjalan dengan tangan, melompat lalu melata. Jecko yang jebolan seni tari Institut Kesenian Jakarta menyebutnya gerakan tersebut 'animal pop'.

Gerakan-gerakan yang diadopsi Jecko dan 10 penarinya berasal dari gerakan atau tingkah laku binatang. Dari kanguru, ayam, anjing laut, monyet, hingga anjing. Tarian tersebut terus berlangsung selama 1 jam hingga bertemu sebuah tarian hip-hop modern.

Seusai pertunjukan, detikhot menemui mantan dewan juri acara 'Lets Dance' di Global TV itu. Di sela kesibukannya menerima ucapan selamat dan permintaan foto bareng dari penonton, Jecko menjelaskan, pentas 'We Came From The East' sebenarnya sebuah tesis yang ia buat sebagai syarat lulus S2 studi Tarian Hip-Hop di Portland, Maine, Amerika Serikat.

"Sebenarnya akar di Indonesia itu prinsip street dance itu sudah ada, kayak anak-anak main di lantai. Lagi pula hip-hop itu kan sudah kebiasaan orang-orang Jawa, Sumatera, Bali dan sebagainya. Kayak gerakan menyapu halaman dengan membungkuk, mengusir ayam, itu kan gerakan dasar hip-hop. Nah di Amerika atau di New York itu hanya pengembangan saja," ungkap pemeran Hanoman dalam film 'Opera Jawa' karya Garin Nugroho itu.

Menurut Jecko, mestinya hip hop bisa saja berkembang di Indonesia. Namun, itu tidak  tidak terjadi karena ketiadaan perkembangan teknologi.

"Jadi gerakan-gerakan tarian Papua masih seperti itu-itu saja. Misalnya saja DJ Box, itu akan terinspirasi dari rebab Betawi (alat musik gesek), nah sekarang berkembang pakai tangan," Jecko memberi contoh.

Kesemua argumentasi tersebut suatu saat dipertanyakan oleh teman-teman Jecko di luar negeri. Apa buktinya hip-hop lahir di Papua? "Hip-hop was born in Papua. You don't have to believe me? But my great-grandmother told me," begitu jawaban Jecko. "Jadi kalau tidak percaya, tanya saja ke nenek moyang saya," lanjutnya setengah berkelakar.

Terlepas dari apakah hip-hop lahir di Papua itu hanya anekdot atau "ilmiah", lewat tarian Jecko ingin menyampaikan sebuah semangat tentang ketimuran. Menurutnya, saat ini Indonesia sebagai bagian dari negara timur, telah kehilangan percaya diri.

"Suatu saat ibu saya di Papua pernah berkata, jika kamu ingin berjalan, jangan takut dengan orang Barat. Karena sinar matahari kita duluan yang merasakan, setelah itu baru orang Barat. Matahari kan terbit dari timur, dalam apapun kita selangkah lebih maju. Mengapa kita tertinggal saat ini?" ujar Jecko.

Semangat ketimuran yang tertuang dalam reportoar tari 'We Came From The East' itu akan dipentaskan Jecko keliling dunia: Berlin (20 - 22 April), Singapore Dance Festival (19 - 20 Agustus) dan di Melbourne International Arts Festival (19 - 22 Oktober)