Friday 2 December 2011

Setting Blackberry Jadi Modem :)


Cara setting Ponsel blackberry jadi modem.



1. Siapkan PC bersistem windows XP atau Vista.
Kabel Usb.
Blackberry Desktop Manager 4 ke atas.

Hubungkan Blackberry dengan PC atau Notebook.

2. Jalankan Blackberry Desktop Manager.
Cek driver untuk modemnya.
Di windows, klik:
Setting > Control panel > Phone and modem options.

Jika muncul kotak "Location Information", isikan kode area, lalu klik OK.

3. Pada tab "MODEM", terlihat standard modem pada port baru, seperti COM3, COM6, COM11 dan lainnya.

Klik Properties > Diagnostics > Query Modem.
Akan muncul informasi modem, berketerangan "ATI" atau "Research In Motion/Blackberry IP modem"4. Klik tab Advanced dan tambahkan keterangan pada menu "Extra Initialization".


Pada kotak, isikan parameter berikut:
Untuk XL:
at+cgdcont=1,"IP","xlgprs"

Untuk Indosat=
at+cgdcont=1,"IP","indosatgprs"

Untuk telkomsel=
at+cgdcont=1,"IP","telkomsel"

5. Buatlah koneksi di PC.
Klik Start > Control panel > Network Connection.

Pada jendela yang muncul, klik "Create New Connection"
klik Next > Connect To The Internet > Next.

6. Pilih Set up my connection manually > Next > connect using a dial up modem > next > centang opsi standart modem baru > Next.

Pada kotak wizard berikutnya, beri nama koneksinya, misalnya "Modem Blackberry" , lalu klik next.

7. Di layar berikutnya, Anda diminta untuk memasukkan nomor akses atau nomor dial up.
Anda bisa menggunakan nomor jaringan seluler GSM yaitu:
*99***1#
atau
*99#

lalu klil Next, dan kosongkan saja kotak isian "username" dan "password", lalu klik FINISH.

8. Pada kotak "Connect..."
klik Dial.

Untuk memunculkan kotak dial up, Anda bisa menuju Start > Connec to
atau
Start > Control Panel > Network Connections.

Lalu pilih nama modem Blackberry yang dipakai.

Thursday 1 December 2011

Benarkah Hip-Hop Lahir di Papua?

Jakarta Sebuah celotehan dengan segenap pembuktian dilakukan koreografer Jecko Siompo. Dengan lantang dan berani Jecko mengumumkan bahwa tarian hip-hop itu lahir di Tanah Papua, Indonesia. Benarkah?

Argumentasi tentang Papua sebagai asal budaya hip-hop dituangkan Jecko melalui pentas tari 'We Came From The East' di Goethe Haus, Menteng, Senin (12/4/2011). Tarian-tarian yang dimainkan oleh 10 'anak buah' Jecko bisa dibilang tidaklah umum.

Sebagai koreografer, Jecko berusaha berpikir logis dan santai tentang dasar --awal mula-- gerakan hip-hop masa kini. Sebut saja, seperti gerakan melompat, robot style, break dance dan lain-lain. Alhasil, Jecko pun kembali ke zaman purbakala di Tanah Papua.

Sulit digambarkan, gerakan 10 penari tersebut seakan asal-asalan. Ada gerakan berjalan membungkuk, berjalan dengan tangan, melompat lalu melata. Jecko yang jebolan seni tari Institut Kesenian Jakarta menyebutnya gerakan tersebut 'animal pop'.

Gerakan-gerakan yang diadopsi Jecko dan 10 penarinya berasal dari gerakan atau tingkah laku binatang. Dari kanguru, ayam, anjing laut, monyet, hingga anjing. Tarian tersebut terus berlangsung selama 1 jam hingga bertemu sebuah tarian hip-hop modern.

Seusai pertunjukan, detikhot menemui mantan dewan juri acara 'Lets Dance' di Global TV itu. Di sela kesibukannya menerima ucapan selamat dan permintaan foto bareng dari penonton, Jecko menjelaskan, pentas 'We Came From The East' sebenarnya sebuah tesis yang ia buat sebagai syarat lulus S2 studi Tarian Hip-Hop di Portland, Maine, Amerika Serikat.

"Sebenarnya akar di Indonesia itu prinsip street dance itu sudah ada, kayak anak-anak main di lantai. Lagi pula hip-hop itu kan sudah kebiasaan orang-orang Jawa, Sumatera, Bali dan sebagainya. Kayak gerakan menyapu halaman dengan membungkuk, mengusir ayam, itu kan gerakan dasar hip-hop. Nah di Amerika atau di New York itu hanya pengembangan saja," ungkap pemeran Hanoman dalam film 'Opera Jawa' karya Garin Nugroho itu.

Menurut Jecko, mestinya hip hop bisa saja berkembang di Indonesia. Namun, itu tidak  tidak terjadi karena ketiadaan perkembangan teknologi.

"Jadi gerakan-gerakan tarian Papua masih seperti itu-itu saja. Misalnya saja DJ Box, itu akan terinspirasi dari rebab Betawi (alat musik gesek), nah sekarang berkembang pakai tangan," Jecko memberi contoh.

Kesemua argumentasi tersebut suatu saat dipertanyakan oleh teman-teman Jecko di luar negeri. Apa buktinya hip-hop lahir di Papua? "Hip-hop was born in Papua. You don't have to believe me? But my great-grandmother told me," begitu jawaban Jecko. "Jadi kalau tidak percaya, tanya saja ke nenek moyang saya," lanjutnya setengah berkelakar.

Terlepas dari apakah hip-hop lahir di Papua itu hanya anekdot atau "ilmiah", lewat tarian Jecko ingin menyampaikan sebuah semangat tentang ketimuran. Menurutnya, saat ini Indonesia sebagai bagian dari negara timur, telah kehilangan percaya diri.

"Suatu saat ibu saya di Papua pernah berkata, jika kamu ingin berjalan, jangan takut dengan orang Barat. Karena sinar matahari kita duluan yang merasakan, setelah itu baru orang Barat. Matahari kan terbit dari timur, dalam apapun kita selangkah lebih maju. Mengapa kita tertinggal saat ini?" ujar Jecko.

Semangat ketimuran yang tertuang dalam reportoar tari 'We Came From The East' itu akan dipentaskan Jecko keliling dunia: Berlin (20 - 22 April), Singapore Dance Festival (19 - 20 Agustus) dan di Melbourne International Arts Festival (19 - 22 Oktober)